Kemitraan

Peluang Kemitraan Dental Rakyat Dibuka di Yogyakarta, Mulai Rp88,8 Juta

2 menit membaca

Kemitraan klinik gigi Dental Rakyat di Kota Yogyakarta dengan latar Tugu Yogyakarta

Dental Rakyat terus memperluas jaringan klinik gigi terjangkau ke berbagai kota di Indonesia. Setelah beroperasi di lebih dari 15 titik di kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat, kini slot kemitraan baru dibuka di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, termasuk Kota Yogyakarta.

Program kemitraan ini menawarkan skema bagi hasil 70:30 hingga modal kembali, dilanjutkan dengan skema normal 50:50. Setiap mitra mendapatkan dukungan penuh mulai dari renovasi, alat kesehatan, sistem manajemen, hingga tenaga medis profesional. Untuk Kota Yogyakarta, kepemilikan cabang dapat dimulai dari Rp88,8 juta melalui skema kepemilikan bersama (co-ownership) 10% pada format Dental Rakyat Prio.

Mengapa Yogyakarta? Berikut lima alasan yang menjadi dasar tim Dental Rakyat memasukkan kota ini ke dalam radar ekspansi.

1. Kota Ringkas dengan Kepadatan Tinggi

Kota Yogyakarta dihuni sekitar 375.800 jiwa dengan kepadatan sekitar 11.562 jiwa per km². Pusat perdagangan, pendidikan, wisata, dan budaya terkonsentrasi dalam jarak yang berdekatan. Yogyakarta juga berfungsi sebagai pusat layanan regional, sehingga jangkauan pasarnya meluas hingga Sleman dan Bantul.

2. Ekonomi Kota Tetap Bertumbuh

Pada 2024, ekonomi Kota Yogyakarta tumbuh 5,05%. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp49,39 triliun, dengan PDRB per kapita sekitar Rp131,43 juta. Daya beli yang relatif kuat ini menjadi fondasi bagi layanan kesehatan yang terjangkau namun berkualitas.

3. Pendidikan, Pariwisata, dan Jasa Menggerakkan Kota

Arah pembangunan Kota Yogyakarta menegaskan perannya sebagai kota pendidikan, pariwisata berbasis budaya, dan pusat pelayanan jasa. Pada struktur PDRB 2023, sektor akomodasi dan makan-minum menjadi kontributor terbesar dengan 12,88%, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 12,66%. Jika digabungkan, kedua sektor ini menyumbang sekitar 25,54% perekonomian kota.

4. Kebutuhan Perawatan Gigi Masih Besar

Secara nasional, 56,9% penduduk berusia tiga tahun ke atas mengaku memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2% yang menerima perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan perawatan gigi yang mudah dijangkau masih sangat besar.

5. Pasar yang Dibentuk oleh Mobilitas

Pasar Kota Yogyakarta tidak hanya dibentuk oleh warga tetapnya. Statusnya sebagai kota pendidikan, pariwisata, budaya, dan jasa menghadirkan arus pelajar dan mahasiswa, pekerja, serta wisatawan setiap hari. Karena itu, potensi pasar kota perlu dibaca lebih luas daripada sekadar jumlah penduduk administratif.

Area Awal yang Layak Disaring

Berdasarkan data penduduk 2024, beberapa kecamatan dapat menjadi bagian dari penyaringan awal lokasi, antara lain Umbulharjo (sekitar 72,2 ribu penduduk), Gondokusuman (sekitar 43,21 ribu), dan Tegalrejo (sekitar 37,5 ribu). Penentuan titik final tetap melalui analisis lanjutan oleh tim Dental Rakyat, meliputi akses, kompetitor, lalu lintas, dan jarak antarcabang.

Siap Bertumbuh Bersama Dental Rakyat di Yogyakarta?

Kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi, serta sektor pendidikan, pariwisata, dan jasa menjadikan Yogyakarta lokasi yang layak untuk cabang Dental Rakyat berikutnya. Slot kemitraan untuk Kota Yogyakarta kini dibuka.

Hubungi tim Kemitraan Dental Rakyat untuk mengetahui peluang kepemilikan cabang dan titik potensial di Yogyakarta melalui halaman Kemitraan Dental Rakyat.

Sumber data: BPS Provinsi DI Yogyakarta 2024; Data Strategis Kota Yogyakarta dan Kota Yogyakarta Dalam Angka 2025; Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kementerian Kesehatan RI; Renstra Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta 2023–2026; Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Semua berita