Kemitraan

Franchise Non Makanan 2026: Kenapa Klinik Gigi Layak Dilirik

3 menit membaca

Tampak depan klinik Dental Rakyat, contoh franchise non makanan di bidang kesehatan gigi

Saat mendengar kata franchise, kebanyakan orang langsung terbayang gerai minuman kekinian, kopi, atau camilan. Wajar, karena sektor makanan dan minuman memang paling ramai. Masalahnya, banyak bisnis di sektor ini bergantung pada tren. Hari ini satu menu viral, beberapa bulan kemudian sepi dan diganti tren baru. Karena itu, semakin banyak calon pengusaha mulai mencari franchise non makanan yang permintaannya lebih stabil.

Kenapa Franchise Non Makanan Makin Dilirik

Franchise non makanan umumnya tidak bergantung pada stok bahan baku yang cepat basi atau selera yang mudah berubah. Sektor jasa seperti laundry, ekspedisi, kebugaran, dan kesehatan menjual sesuatu yang dibutuhkan orang secara rutin. Di sektor ini pula banyak pelaku industri melihat ruang pertumbuhan, karena kesehatan dan wellness termasuk sektor franchise dengan pertumbuhan tertinggi untuk 2026. frandata

Kesehatan Gigi: Kebutuhan, Bukan Tren

Bisnis klinik gigi berdiri di atas kebutuhan, bukan selera. Orang tidak berhenti sakit gigi karena tren berganti. Perawatan seperti scaling juga dianjurkan secara berkala, sehingga pasien cenderung datang kembali.

Pasarnya pun masih terbuka. Akses layanan gigi di Indonesia belum merata: dari 10.212 Puskesmas, baru sekitar 7.475 unit atau 73,2 persen yang memiliki dokter gigi. Dari sisi nilai pasar, laporan Ken Research 2023 memperkirakan pasar layanan perawatan gigi Indonesia mencapai pendapatan US$4 miliar pada 2026. fortuneidnfortuneidn

Jaringan Klinik Gigi Terus Bertumbuh

Potensi ini juga terlihat dari langkah para pemain di industrinya. Salah satu jaringan klinik gigi nasional, misalnya, mengoperasikan sekitar 70 klinik dan menargetkan 100 cabang hingga akhir 2026, dengan fokus ke daerah yang fasilitas kesehatan giginya masih terbatas. Polanya jelas: kebutuhan ada di banyak kota, dan model jaringan dengan sistem seragam memudahkan klinik dibuka di lokasi baru. republika

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Franchise Kesehatan

Franchise klinik gigi berbeda dengan franchise makanan. Modalnya lebih besar karena membutuhkan alat medis, renovasi sesuai standar fasilitas kesehatan, dan perizinan. Layanan medis juga wajib dijalankan dokter gigi dan tenaga kesehatan dengan izin praktik aktif. Karena itu, pastikan franchisor yang Anda pilih sudah punya cabang yang benar-benar beroperasi, menangani perekrutan tenaga medis, dan memiliki kontrak yang jelas soal durasi kerja sama, bagi hasil, dan biaya setelah tahun pertama.

Seperti Apa Kemitraan Dental Rakyat?

Dental Rakyat adalah jaringan klinik gigi terjangkau yang sudah beroperasi di belasan titik di Jabodetabek dan Jawa Barat, dan kini mulai masuk Jawa Tengah. Ada dua format kemitraan: Dental Rakyat Point dengan 2 dental unit untuk kota berkembang, dan Dental Rakyat Prio dengan 3 dental unit untuk kota besar.

Operasional harian, mulai dari tenaga medis, sistem, hingga pemasaran, dijalankan oleh tim pusat. Mitra berperan sebagai pemilik usaha. Dengan skema kepemilikan bersama (co-ownership), Anda bisa memiliki klinik gigi mulai dari Rp59,5 juta untuk 10% kepemilikan Dental Rakyat Point, atau Rp88,8 juta untuk 10% Dental Rakyat Prio.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa contoh franchise non makanan?

Contohnya laundry, jasa ekspedisi, barbershop, pusat kebugaran, pendidikan, hingga layanan kesehatan seperti klinik gigi.

Apakah franchise klinik gigi cocok untuk pemula?

Bisa, asalkan operasional medisnya ditangani franchisor. Pemula sebaiknya memilih skema di mana tenaga medis dan sistem sudah disediakan pusat.

Apakah harus menanggung seluruh modal sendiri?

Tidak selalu. Beberapa skema kemitraan, termasuk Dental Rakyat, memungkinkan kepemilikan bersama sehingga modal bisa dimulai dari porsi kecil.


Ingin tahu slot cabang yang masih tersedia di kota Anda? Lihat detail paket dan simulasinya di halaman Kemitraan Dental Rakyat.

Semua berita